Sabtu, 07 Agustus 2010

Pengukur Arus Sederhana

Kerja di tempat yang fasilitas penelitiannya gak begitu lengkap, untuk pertama kali memang bikin bĂȘte. Namun, penulis menyadari keterbatasan bukanlah akhir segalanya,tidak ada gunanya terus mengeluh dan tidak berbuat sesuatu. Pada postingan kali ini, penulis akan memperkenalkan sebuah alat pengukur arus sederhana yang dapat digunakan di perairan cukup luas (laut) sebagai alternative untuk mengukur vector arus (besar dan kecepatan) manakala tidak memiliki alat-alat pengukur seperti Current Meter digital atau lainnya. Alat yang ada di tempat penulis cukup sederhana, ia hanya terdiri atas 2 buah triplek yang dipasang bersilan sebagai sensor arus, sepotong kayu sebagai tiang penyangga, botol-botol AQUA sebagai pelampung, bendera, ditambah GPS untuk merekam track arus. Kira-kira bagannya seperti ini bro ...


Gambar 1. Alat Pengukur Vektor Arus sederhana. 1:Bendera, 2:Kotak GPS, 3: Pelampung, 4:Batang kayu, 5: Sensor Arus, 6: Pemberat

Bendera bisa menggunakan kantong plastic, kain, karung yang dipotong2, atau apapun yang penting biar alat kita bisa kelihatan dari jauh dan kereen (hehehe). Penulis sendiri memakai kantong plastic yang dipotong-potong berbentuk segitiga (biar hemat asal selamat ^_^), Kotak GPS bisa menggunakan kaleng, kotak kayu, atau keler plastic. Kotak ini nantinya digunakan untuk menempatkan GPS biar bisa merekam besar arus beserta arahnya. O, iya karena nanti alatnya mau kita biarin di perairan luas (laut), usahakan kotak ini bebas air laut, artinya gak boleh ada air yang masuk ke dalam kotak, nanti GPS-nya almarhum. Penulis sendiri memakai keler plastic+ tutupnya. GPS-nya penulis bungkus dulu dengan kantong plastic kecil, baru dimasukkan ke keler tadi, trus ditutup rapat biar gak kemasukan air. Gak perlu kuatir...sinyal GPS-nya gak bakalan terhalang oleh tutup keler. Jadi, si GPS tetep bisa ngerekam data arus. Pelampung bisa menggunakan botol-botol plastic atau apapun yang bisa bikin alat kita terapung. Penulis sendiri memakai botol-botol Aqua sedang 4 biji. Batang kayu sebaiknya diperhitungkan cukup kuat untuk menyangga komponen-komponen tadi. Sensor Arus dapat menggunakan triplek berukuran kira-kira 30cm x 30cm yang dipasang bersilang. Sensor Arus inillah yang akan menangkap pergerakan arus nantinya. Alat pengukur arus kita akan bergerak sesuai pergerakan arus yang ditangkap sensor ini. Pada saat itu, data-data arus akan terekam oleh GPS. Keren Kan???!!!! Kedalaman arus ditentukan dengan mengukur jarak pelampung ke baling-baling. Penulis menggunakannya untuk mengukur arus di kedalaman 1 meteran. Pemberat bisa menggunakan botol-botol plastic bekas yang diisi pasir atau batu. Usahakan antara pelampung dan pemberat proporsional, ini bisa dilihat ketika alat tadi sudah masuk ke air. Kalo alatnya berdiri tegak, berarti alat pengukur arus kamu bagus, kalo, miring, kamu perlu memperhitungkan lagi perbandingan pelampung dan pemberatnya. Penulis sendiri memakai 4 botol aqua sedang untuk pelampung dengan 2 botol plastic bekas bahan kimia yang diisi pasir sebagai pemberat. Biar lebih jelasnya, berikut foto-foto alat pengukur arus di tempat penulis.


Gambar 2. Komponen-komponen Alat Pengukur Arus Sederhana


Gambar 3. GPS (Global Positioning System)

Setting GPS
Sebelum alat pengukur arus tersebut digunakan, setting dulu GPS-nya biar bisa merekam data-data arus. Metodenya adalah dengan Track-ing atau penjejakan. GPS-GPS sekarang kelihatannya semua sudah memiliki fasilitas tersebut. Tinggal masuk ke menu pengaturan, cari tracking, atur selang waktu perekaman data yang diinginkan, dan jangan lupa pastikan agar data terekam di memori GPS agar nanti bisa kita lihat, pindahkan, dan olah di PC. Data yang terekam di memori GPS dapat ditransfer ke PC melalui kabel data. Data dapat dibaca di PC dengan program bawaan GPS-nya. Penulis sendiri memiliki GPS bermerk GARMIN dengan program bawaannya bernama Mapsource untuk dapat mengolah data lebih lanjut di PC.


Gambar 4. Uji Coba Alat di pantai Segara Indah - Biak, Papua

Representasi data lebih lanjut dapat menggunakan progam-program Windows seperti MS.EXCEL atau program khusus kelautan seperti surfer atau lainnya. Berikut representasi data arus yang penulis dapat dari hasil tracking dengan alat sederhana di pantai Segara Indah, Biak-Papua. Penulis menggunakan Matlab untuk menggambarkannya. Vektor arus diuraikan menjadi komponen barat-timur (u) dan utara-selatan (v). Arah 0 derajat berada di garis utara.


Gambar 5. Profil Arus dengan Matlab

Demikian ulasan alat pengukur arus yang sederhana ini. semoga bermanfaat.